4

TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS TOTAL MODAL

TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS TOTAL MODAL

TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS TOTAL MODAL

Tolok ukur prestasi yang lain berhubungan dengan total investasi modal jangka panjang dalam arti hutang jangka panjang plus modal sendiri. Ini kadang-kadang disebut “pengembalian atas investasi (return on investment atau ROI) atau pengembalian atas modal yang dipergunakan (return on capital employed). Rasio ini mencoba mengukur hasil pengembalian atas dana jangka panjang yang telah diinvestasikan dalam perusahaan.

KENAIKAN PERSENTASE PENJUALAN

Didalam perusahaan sendiri, controller dapat mengembangkan angka-angkalebih terperinci sebagai berikut:

  1. Bagian kenaikan penjualan yang disebabkan harga yang lebih tinggi dan kuantum penjualan yang lebih besar.
  2. Bagian kenaikan penjualan yang disebabkan kondisi-kondisi abnormal atau “ yang tidak disangka-sangka.

LABA PER SAHAM (EARNINGS PER SHARE ATAU EPS)

Penghasilan per saham merupakan penghasilan bersih yang tersedia bagi saham biasa, dibagi dengan banyaknya saham biasa yang beredar. Karena alasan ini, banyak manajemen memandang perubahan dalam EPS sebagai indicator dari ada tidakyna pertumbuhan. Dan kalangan keuangan lebih menekankan pentingnya pertumbuhan EPS.

EPS vs ROI

Dalam mengevaluasi tolok ukur ini harus dipertimbangkan, mengapa EPS berubah dan juga trend dalam tolok ukur lain. Komentar-komentar berikut mungkin berguna:

  1. EPS dapat dipengaruhi antara lain, oleh factor – factor berikut:
    1. Penanaman kembali penghasilan
    2. Pembelian kembali saham biasa melalui penggunaan surplus kas
    3. Menyatakan leverage melalui penggunaan hutang jangka panjang
    4. Mengambil alih perusahaan yang mempunyai price earnings ratio (PE ratio) yang rendah.

Maka hal-hal ini harus diteliti untuk mengetahui, apakah perubahan EPS terjadi karena sebab-sebab yang penting ataukah karena manipulasi saham.

  1. Suatu kenaikan EPS tidak selalu menandakan adanya peningkatan dalam tingkat pengembalian atas modal panjang saham (ROE)  atau jumlah modal jangka panjang yang dipergunakan (ROI)
  2. Untuk jangka waktu panjang, penghasilan atas jumlah modal sendiri merupakan fungsi penggerak atau penentu, diikuti dengan EPS dengan asumsi tidak ada factor – factor lainnya yang bekerja.

RASIO, TREND DAN HUBUNGAN FINANSIAL SERTA OPERASI

PENGGUNAAN RASIO

Untuk mengetahui kemajuan atau kondisi relative, kita perlu mempunyai berbagai ukuran perbandingan. Dan bagi pimpinan perusahaan tidak ada yang lebih wajar daripada keinginan untuk membandingkan dirinya dengan perusahaan lain secara individen atau dengan rata-rata bagi jenis industry yang bersangkutan. Beberapa dari perbandingan-perbandingan ini hanya akan dipergunakan oleh pimpinan keuangan, dan yang lain akan berguna bagi para pimpinan fungsional atau pimpinan perusahaan secara menyeluruh.

RASIO YANG TERSEDIA

Ada tiga golongan utama yaitu rasio keuangan, rasio operasi keuangan, dan rasio operasi

Rasio keuangan menyatakan suatu hubungan antara berbagai unsure yang terdapat pada neraca yang sama.

Rasio operasi keuangan menyatakan suatu hubungan antara unsur-unsur yang terdapat pada laporan perhitungan rugi/laba (statement of income and expense) dengan unsur-unsur pada neraca (balance/sheet).

Rasio operasi menyatakan suatu hubungan antara unsur-unsur yang berbeda dalam laporan perhitungan rugi/laba

KEBUTUHAN AKAN RASIO STANDAR

Analisa-analisa rasio dan trend akan kehilangan banyak arti pentingnya kecuali bila dinilai/ditimbang menurut patokan (standard) rasio standar yang wajar. Patokan perbandingan dapat meliputi salah satu atau semua dari yang berikut ini:

  1. Rasio dari jenis indutri yang bersangkutan di mana perusahaan tergolong.
  2. Rasio dari perusahaan-perusahaan saingan, khususnya saingan-saingan yang lebih maju.
  3. Pengalaman perusahaan sendiri di masa yang lalu.
  4. Hubungan-hubungan umum yang dikembangkan oleh controller atau orang-orang lain, yang didasarkan pada observasi dan pengalaman.

TREND YANG DINYATAKAN DENGAN PRESENTASE

Sebelumm mulai meninjau secara mendetail beberapa rasio yang biasa dipergunakan dalam mengevaluasi laporan keuangan, akan lebih baik jika kita terlebih dahulu mempertimbangkan beberapa alat yang sederhana dan lebih efektif yang tersedia untuk dipergunakan salah satu yang telah disebutkan adalah hubungan antara angka-angka dalam laporan yang sama, atau dalam laporan operasi yang berhubungan. Yang lain adalah kompilasi trends dnegan menggunakan prosentase-prosentase. Metode ketiga adalah penyiapan laporan-laporan prosentase.

Controller sering terlalu asyik dalam masalah-masalah sehari-hari, sehingga mereka mungkin tidak memperhatikan trend. Trend dapat diamati melalui penghitungan prosentase-prosentase. Tekniknya kira-kira sama dengan teknik yang dipergunakandalam menghitung angka-angka indeks.

LAPORAN PERSENTASE

Controller mungkin sering perlu membandingkan laporan keuangan dari berbagai perusahaan dalam jenis industry yang sama, dan dalam mengecek distribusi biaya-biaya dalam laporan perhitungan rugi/laba, atau distribusi harta dan hutang dalam neraca. Ini lebih mudah tercapai dengan menggunakan prosentase-prosentase ketimbang bagi jumlah uang. Metode yang demikian merupakan cara pendekatan lain dalam menganalisa laporan yaitu dengan menggunakan komponen-komponen prosentase, yang sering disebut dengan “common size statement”

RASIO – RASIO KEUANGAN

RASIO LANCAR

Salah satu rasio yang paling luas digunakan khususnya bagi mereka yang bergerak di bidang perkreditan ialah rasio lancer. Rasio ini dihitung dengan membagikan jumlah harta (total current assets) dari sebuah perusahaan dengan jumlah hutang lancer (total current liabilities)

RASIO CEPAT (QUICK RATIO)

Suatu rasio tambahan bagi rasio lancer dikenal sebgai “quick” ratio atau “acid test” ratio. Ini menyatakan hubungan antara kas/bank, plus piutang dan investasi sementara (temporary investments) dengan hutang lancer (current liability)

RASIO HUTANG JANGKA PANJANG TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Rasio ini menyatakan hubungan antara hutang jangka panjang dengan hak kepentingan para pemegang saham (modal sendiri) setelah dikurangi setiap intangibles yang ada (misalnya goodwill). Para investor jangka panjang, dan juga bank-bank komersial, membandingkan rasio ini dengan standar-standar industry yang dapat diterima.

RASIO HUTANG SELURUHNYA TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Rasio ini mengukur hutang seluruhnya dari perusahaan terhadap hak kepentingan para pemegang saham (modal sendiri) setelah dikurangi harta tak berwujud (intangibles). Juga di sini bila terdapat terlalu banyak hutang yang bagaimanapun sifatnya dihubungkan dengan hak dan kepentingan para pemegang saham (net worth), menimbulkan masalah-masalah mengenai kelangsungan hidup perusahaan dalam waktu-waktu yang menyulitkan, seperti dalam waktu terjadi kemuduran usaha.

RASIO HARTA TETAP TERHADAP EKUITAS PARA PEMEGANG SAHAM YANG BERWUJUD

Suatu rasio antara harta terhadap hak kepentingan yang berwujud dari para pemegang saham yang besarnya kurang dari satu menunjukkan, bahwa para pemegang saham telah ikut menyediakan sebagian dari modal kerja (working capital).

HUBUNGAN KEUANGAN DAN OPERASI

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP PIUTANG

Investasi dalam piutang dagang dan wesel tagih harus mempunyai suatu hubungan yang wajar terhadap penjualan bersih (net sales). Factor ini sering dinamakan “turn over of receivables (perputaran piutang)”, yang dihitung dengan membagi penjualan bersih (atau penjualan kredit bersih bilamana data tersedia dan penjualan kredit tidak merupakan bagian terbesar dari penjualan)dengan piutang pada akhir periode.

PERPUTARAN PERSEDIAAN (TURNOVER OF INVENTORIES)

Perputaran persediaan barang jadi (finished goods) akan diukur sebagai berikut:

Dan perputaran persediaan bahan baku dapat dihitung sebagai berikut:

PERPUTARAN HARTA LANCAR (TURN OVER OF CURRENT ASSETS)

Suatu indikasi umum mengenai efisiensi dan profitabilitas dalam penggunaan harta lancer dapat diukur melalui tiga hubungan. Perputaran harta lancer dapat diukur dengan cara membagi jumlah harga pokok penjualan (cost of goods sold) biaya usaha/ operating expenses dengan jumlah harta lancer rata-rata yang ada pada awal dan akhir periode akuntansi. Yang erat berhubungan dengan perputaran adalah profitabilitas, yang dapat dihitung dengan membagi pendapatan bersih (net income) oleh jumlah harta lancar rata-rata.

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP MODAL KERJA (RATIO OF NET SALES TO WORKING CAPITAL)

Suatu kenaikan dalam volume penjualan biasanya disertai dengan kenaikan dalam piutang dan persediaan. Karena hubungan ini, para analis telah mengembangkan rasio penjualan bersih terhadap modal kerja sebagai suatu ukuran mengenai efisiensi dalam penggunaan modal kerja.

Perputaran yang rendah dapat diakibatkan oleh besarnya jumlah persediaan atau piutang

RASIO PENJUALAN BERSIH TERHADAP HARTA TETAP

Suatu indikasi mengenai ada tidaknya tendensi menuju expansi atau tingkat penggunaan harta tetap yang berlebihan, adalah rasio penjualan bersih terhadap harta tetap operasional (operating fixed assets). Rasio ini harus dipertimbangkan bersama-sama dengan laba usaha (operating profit) dalam menetapkan pengaruh dari investasi harta tetap.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/