4

PROGRAM DISTRIBUSI

PROGRAM DISTRIBUSI

PROGRAM DISTRIBUSI

Pokok – pokok yang disarankan untuk dicakup dalam penelitian atau penelaahan adalah sebagai berikut:

  1. Seleksi dan latihan para penjual(salesman)
  2. Seleksi saluran distribusi dan metode penjualan
  3. Penetapan quota penjualan
  4. Wilayah penjualan
  5. Perjalanan para penjual
  6. Advertensi dan bantuan promosi penjualan
  7. Kompensasi gaji para penjual
  8. Kebijksanaan harga
  9. Kebijksanaan – kebijksanaan penjualan yang lain
  10. Biaya distribusi

RENCANA PRODUKSI

Terdapat tiga subdivisi utama, yaitu:

  1. Bahan-bahan, suku cadang dan perlengkapan
  2. Pabrik dan fasilitas-fasilitasnya
  3. Proses produksi

PROGRAM RISET DAN PENGEMBANGAN (RESEARCH AND DEVELOPMENT PROGRAM)

Hal – hal berikut akan memberikan lata belakang untuk menilai fungsi riset dan pengembangan ini:

  1. Produk-produk baru atau yang telah diperbaiki apakah yang telah dikembangan dalam lima tahun terakhir? Berapakah bagian produk-produk tersebut dari penjualan total?
  2. Apakah sifat dari program riset? Apakah proyek – proyek khusus telah ditetapkan untuk tujuan riset dan ditinjau kemajuannya  secara periodic? Apakah manfaat yang diperoleh diukur terhadap biayanya ?
  3. Sejauh mana korelasi yan ada antara deprtemen riset dan departemen penjualan mengenai produk baru? apakah terdapat pemindahan yang lancer dari produk yang masih bersifat percobaan menjadi produk komersial ?
  4. Bagaimanakah pengeluaran untuk riset dan pengembangan dibandingkan dengan jenis industry yang bersangkutan atau saingan, baik dalam jumlah maupun mengenai prosentasinya?
  5. Sejauh mana laboratorium luar dipergunakan untuk menambah fleksibilitasstaf riset?

ORGANISASI DAN KEMAMPUAN FINANSIAL

Sebagai syarat survey umum mengenai aspek ini, hal – hal berikut harus diteliti:

  1. Baik buruknya struktur keuangan
  2. Trend operasi
  3. Organisasi dan funsi financial
  4. Profitabilitas

SISTEM PENGENDALIAN (CONTROL SYSTEM)

Pada dasarnya, proses yang terjadi adalah sebagai berikut:

  1. Menetapkan suatu norma standar pengukuran
  2. Membandingkan pelaksanaan yang sebenarnya terhadap norma standar
  3. Mencari sebab-sebab terjadinya penyimpangan atau varians
  4. Mengambil tindakan koreksi yang perlu

TOLOK UKUR PRESTASI KEUANGAN SECARA MENYELURUH

BEBERAPA TOLOK UKUR UMUM

  1. Tolok ukur profitabilitas (kemampulabaan)
  2. Tolok ukur pertumbuhan

PERSENTASE HASIL PENGEMBALIAN ATAS PENJUALAN BERSIH

Salah satu ukuran profitabilitas yang paling lazim dijumpai adalah hubungan antara penghasilan / laba bersih terhadap penjualan bersih. Rasio ini, yang biasanya dinyatakan sebagai suatu prosentase, menunjukkan berapakah bagian dari penjualan yang direalisir menjadi laba.

Laba sebagai suatu prosentasi dari penjualan bersih mempunyai nilai yang banyak, tetapi kalau dipergunakan sendiri saja merupakan suatu ukuran profitabilitas yang belum mencukupi.

PERSENTASE MARGIN OPERASI DIHUBUNGKAN DENGAN PENJUALAN

Ukuran ini menghubungkan margin operasi atau laba kotor perusahaan dengan penjualan bersih. Ukuran inimencoba mengidentifkasikan trend dalam profitabilitas, yang tidak dipengaruhi oleh perubahan dalam tariff pajak penghasilan atau penghasilan lain-lain dan biaya – biaya lain- lain.

PERSENTASE HASIL PENGEMBALIAN ATAS HARTA YANG DIPERGUNAKAN

Prosentase hasil pengembalian atas seluruh modal yagn dipergunakan, sering dipergunakan sebagai ukuran intern, baik bagi perusahaann secara keseluruhan dan juga per lini produksi atau per segmen organisasi.

KETERBATASAN DALAM PENGGUNAAN TINGKAT PENGEMBALIAN ATAS HARTA AKTIVA (ROA/RETURN ON ASSET)

Penggunaan tingkat pengembalian atas seluruh harta atau seluruh investasi , merupakan suatu cara yang cocok untuk mengukur prestasi yang lalu dari perusahaan – perusahaan sejenis. ROA menyediakan alat untuk mengukur prestasi kerja manajemen dibandingkan dengan para saingan. Rasio ini terbatas kegunaannya dalam mengadakan perbandingan di antara perusahaan-perusahaan dalam jenis industry yang berbeda

PENGEMBALIAN ATAS MODAL PEMEGANG SAHAM (RETURN ON SHARE HOLDERS EQUITY)

Meskipun manajemen perusahaan mempunyai tanggungjawab untuk menghasilkan suatu tingkat pengembalian yang wajar atas seluruh harta yang dipergunakan dalam perusahaan tetapi ada pendapat-pendapat tertentu yang mengatakan bahwa tugas manajemen adalah untuk mengoptimisasikan atau memaksimisasikan tingkat hasil pengembalian atas modal sendiri.

Tingkat penghasilan atas modal pemegang saham dapat dihitung dengan hanya menambahkan pada formula “tingkat pengembalian atas jumlah harta atau investasi dengan factor prosentase dariahrta dalam hubungannya dengan modal pemegang saham.

Tingkat hasil pengembalian atas harta (return on assets)digambarkan oleh factor-faktor sebagai berikut:

Tingkat pengembalian atas jumlah harta =

Untuk menghitung tingkat hasil pengembalian atas modal sendiri, kita akan menambah satu langkah lebih lanjut sebagai berikut :

Hasil pengembalian atas modal sendiri  =

Sumber : https://merkbagus.id/