1
9

Kehidupan Sosial-Budaya masyarakat pada masa Kerajaan Demak

Kehidupan Sosial-Budaya masyarakat pada masa Kerajaan Demak

masa Kerajaan Demak

Berdirinya kerajaan Demak banyak didorong oleh latar belakang untuk mengembangkan dakwah Islam. Oleh karena itu tidak heran jika Demak gigih melawan daerah-daerah yang ada dibawah pengaruh asing. Berkat dukungan Wali Songo , Demak berhasil menjadikan diri sebagai kerajaan Islam pertama di Jawa yang memiliki pengaruh cukup luas. Untuk mendukung dakwah pengembangan agama Islam, dibangun Masjid Agung Demak sebagai pusatnya. Kehidupan sosial dan budaya masyarakat Demak lebih berdasarkan pada agama dan budaya Islam karena pada dasarnya Demak adalah pusat penyebaran Islam di pulau Jawa.

Adapun walisongo yang membantu penyebaran agama Islam di Jawa adalah sebagai berikut:

Sunan Giri (Raden Paku atau Raden Ainul Yakin)
Sunan Ampel (Raden Rahmat)
Sunan Bonang (Raden Maulana Makhdum Ibrahim)
Sunan Drajat (Raden Kosim Syarifudin)
Sunan Muria (Raden Umar Syaid)
Sunan Kalijaga (Raden Syahid)
Sunan Gresik (Raden Maulana Malik Ibrahim)
Sunan Kudus (Raden Jakfar Sadiq)
Sunan Gunung Jati (Fatahillah atau Raden Syarief Hidayatullah).

Para wali tersebut memiliki peranan yang penting pada masa perkembangan kerajaan Demak bahkan para wali tersebut menjadi penasehat bagi raja Demak. Dengan demikian terjalin hubungan yang erat antara raja/bangsawan dan atau para wali/ulama dengan rakyat. Hubungan yang erat tersebut, tercipta melalui pembinaan masyarakat yang diselenggarakan di Masjid maupun Pondok Pesantren. Sehingga tercipta kebersamaan atau Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan di antara orang-orang Islam).

Demikian pula dalam bidang budaya banyak hal yang menarik yang merupakan peninggalan dari kerajaan Demak. Salah satunya adalah Masjid Demak, di mana salah satu tiang utamanya terbuat dari pecahan-pecahan kayu yang disebut Soko Tatal. Masjid Demak dibangun atas pimpinan Sunan Kalijaga. Di serambi depan Masjid (pendopo) itulah Sunan Kalijaga menciptakan dasar-dasar perayaan Sekaten (Maulud Nabi Muhammad saw) yang sampai sekarang masih berlangsung di Yogyakarta dan Cirebon.

Mesjid Agung Demak

Dilihat dari arsitekturnya, Masjid Agung Demak seperti yang tampak pada gambar tersebut memperlihatkan adanya wujud akulturasi kebudayaan Indonesia Hindu dengan kebudayaan Islam.

Salah satu peninggalan berharga kerajaan Demak adalah bangunan Masjid Demak yang terletak di sebelah barat alun-alun Demak. Masjid Agung Demak memiliki ciri khas yakni salah satu tiang utamanya terbuat dari tatal ( potongan kayu), atap tumpang, dan di belakangnya terdapat makam raja-raja Demak.

Artikel terkait ;