1
11

Lulusan SMK Ini Rintis Usaha Mochi dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Lulusan SMK Ini Rintis Usaha Mochi dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Lulusan SMK Ini Rintis Usaha Mochi dengan Omzet Puluhan Juta Rupiah

Kemendikbud — Bekal wirausaha dan kemandirian yang diperoleh saat mengenyam pendidikan

di sekolah menengah kejuruan membawa Mustika Fajar pada keputusan untuk menjadi pengusaha Mochi. Pria lulusan SMKN 1 Cibadak tahun 2013 ini memulai usahanya pada 2015, setelah sebelumnya sempat mencoba bekerja di perusahaan di Bogor dan Depok usai lulus sekolah.

Pria yang akrab disapa Fajar ini mengukuhkan keinginannya untuk berwirausaha di bidang olahan pangan yang memang terkenal di daerah Sukabumi ini berawal dari pengalamannya saat praktik kerja lapangan (PKL). Saat masih menjadi siswa di SMK, Fajar memilih Mochi Kaswari “Lampion” sebagai tempat PKL nya. Mochi Lampion adalah produsen mochi terkenal khas Sukabumi.

Selama menjalani PKL, Fajar tekun mempelajari setiap proses produksi mochi.

Dari pengalamannya tersebut ia terinspirasi untuk membuka usaha mochi sendiri. Di 2015, Fajar mulai merealisasikan mimpinya dengan membangun toko kecil di depan rumahnya. Saat itu ia baru dibantu ibu dan saudaranya. Dengan promosi melalui media sosial, datang ke sekolah-sekolah, promosi dari mulut ke mulut, usahanya mulai berkembang.

Kini, Fajar mampu mempekerjakan dua orang pegawai yang dibayar perjam. Dalam sehari Fajar mampu membuat hingga 120 kotak mochi. Harga satu kotak makanan yang ia beri nama Mochi Tsuki ini sangat terjangkau. Dengan tiga varian dalam setiap kotaknya, Fajar membanderol setiap kotak dengan harga sebesar Rp15.000. Adapun ketiga varian tersebut adalah pandan, wijen, dan oreo, yang setiap butirnya diberi selai kacang. Yummm!

Fajar mengaku dagangannya hampir setiap hari habis tak bersisa.

Baik dibeli oleh pembeli yang untuk dikonsumsi sendiri maupun oleh pedagang yang ingin menjual kembali. Tak jarang, Mochi Tsuki ini dijadikan buah tangan oleh para wisatawan yang berkunjung ke Cibadak, Sukabumi. Tak heran, jika mochi ini bisa mendatangkan omzet hingga Rp36 juta per bulan bagi Fajar.

Yang unik dari mochi karya Fajar ini selain varian rasanya, adalah namanya, Mochi Tsuki. Terinspirasi dari kecintaannya pada negeri sakura Jepang, Tsuki artinya dorongan. Namun oleh Fajar, nama Tsuki ini dipelesetkan jadi akronim dari “ti Sukabumi asli” (asli dari Sukabumi).

Saat ini Fajar masih turun tangan untuk membuat mochinya setiap hari. Masih di toko yang berada di depan rumahnya yang berlokasi dekat dengan SMKN 1 Cibadak, Fajar melayani setiap pembeli yang datang. Dengan pendapatannya yang lumayan, Fajar ingin mengembangkan usahanya. Namun saat ini dia masih berpikir untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Fajar sangat ingin kuliah ke jurusan manajemen bisnis untuk mendukung usahanya.

Bagi adik-adik kelasnya Fajar berpesan agar jangan mudah berputus asa dan tulus dalam mengerjakan setiap pekerjaan. Ia yakin, jika suatu pekerjaan dikerjakan dengan hati akan membawa manfaat yang besar. Terus berkarya, Fajar! (Aline Rogeleonick)

 

Baca Juga :