1
10

Cara Mudah Menanam Cabai Dalam Polybag

Cara Mudah Menanam Cabai Dalam Polybag

Cara Mudah Menanam Cabai Dalam Polybag

Autoimages.org Harian Gadget – Cabai merupakan salah satu bahan makanan yang tidak bisa lepas dari orang Indonesia. Karena bagi orang Indonesia bila makan tanpa ada sambal ada yang kurang. Akan tetapi harga cabai sering kali naik turun tidak menentu, begitu juga dengan keberadaannya kadang ada kadang juga tidak. Hal inilah yang menjadi alasan banyak orang untuk menanam cabai, baik untuk dijual maupun hanya sekadar persediaan di rumah sendiri. Sayangnya tidak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk bercocok tanam. Namun hal tersebut dapat disiasati dengan menanam cabai di dalam polybag atau pot.

Menanam cabai di dalam polybag atau pot sebenarnya cukup mudah dijalankan. Menanam cabai dapat dilakukan baik di dataran rendah maupun dataran tinggi. Pada dasarnya cabai dapat ditanam  pada ketinggian 0 hingga 2000 meter di atas permukaan laut. Suhu yang optimal untuk tanaman cabai dapat tumbuh dengan baik berada pada kisaran 24 sampai 27 derajat Celcius, namun masih dapat bertahan terhadap suhu yang lebih tinggi dari itu. Sifat-sifat itu tergantung dari jenis atau varietas cabai yang ditanam.

Salah satu varietas cabai paling yang cocok ditanam di pekarangan rumah yaitu cabai kerting. Cabai keriting ini cenderung lebih tahan terhadap iklim tropis dan juga rasanya lumayan pedas sehingga banyak peminatnya di pasaran. Pada kesempatan ini kami membahas tentang cara mudah menanam cabai keriting dalam polybag atau pot.

Pemilihan Benih

Cabai keriting sendiri ii pasaran banyak sekali varietasnya, mulai dari varietas hibrida sampai  varietas lokal. Untuk menanam cabai lokal maupun hibrida tidak ada perbedaan yang cukup berarti. Hanya saja untuk beberapa varietas cabai hibrida disarankan dirawat menggunakan produk obat-obatan tertentu. Varietas hibrida banyak di impor dari Thailand dan Taiwan, sedangkan untuk varietas lokal banyak dibudidayakan di Kudus,Rembang, sampai Tanah Karo, Sumatera Utara.

Sekarang ini terdapat varietas lokal berkualitas yang merupakan hasil seleksi, produktivitasnya pun lebih baik bila dibandingkan dengan varietas lokal tanpa seleksi. Benihnya dapat diperoleh di toko-toko pertanian. Secara teknis, menanam cabai keriting varietas lokal lebih sederhana dan tidak begitu meropotkan jika dibanding cara menanam cabai varietas hibrida. Cabai varietas lokal lebih adaptif terhadap kondisi lingkungan jika dibanding cabai varietas hibrida. Hanya saja produktivitasnya masih dibawah dari cabai varietas hibrida.

Penyemaian Benih

Dalam menanam cabai di polybag sebaiknya tidak langsung ditanam sejak benih, melainkan benih cabai harus disemaikan lebih dulu. Proses penyemaian ini berfungsi untuk menyeleksi pertumbuhan benih, yaitu memisahkan benih mana yang tumbuhnya cacat, kerdil atau berpenyakit. Disamping itu juga untuk menunggu kesiapan bibit cabai hingga cukup siap dan tahan ditanam pada media tanam yang lebih besar.

Tempat persemaian dapat berbentuk polybag semai yang berukuran kecil yaitu 8 × 9 cm, baki persemaian, daun pisang, atau petakan tanah. Cara yang paling ekonomis yaitu menggunakan petakan tanah sebagai media persemaian.

Buatlah petakan tanah dengan ukuran secukupnya, campurkanlah tanah dengan kompos selanjutnya diaduk sapai rata. Butiran tanah dibuat sehalus mungkin supaya perakaran dapat menembusnya dengan mudah. Ketebalan petakan dibuat sekitar 5 hingga 10 cm, diatas permukaannya dibuat larikan dengan jarak antar larikan sekitar 10 cm.

Masukkanlah benih cabai pada larikan dengan jarak sekitar 7,5 cm lalu disiram guna membasahi tanah dan ditutup dengan abu maupun tanah. Sesudah itu, tutuplah petakan tanah tersebut dengan karung goni yang telah dibasahi kurang lebih selama 3 hingga 4 hari, pertahankan supaya karung goni tetap basah guna menjaga kelembapannya. Pada hari ke empat akan muncul bibit cabai dari permukaan tanah, selanjutnya karung goni bisa dibuka.

Sebaiknya petakan tanah tersebut ditudungi dengan plastik transparan guna melindungi bibit cabai yang masih kecil dari siraman air hujan dan panas matahari yang berlebihan secara langsung. Tanaman cabai sudah siap dipindahkan ke polybag atau pot sesudah berusia 3 hingga 4 minggu, atau tanaman cabai sudah memiliki 3 sampai 4 helai daun.

Penyiapan Media Tanam

Polybag atau pot yang digunakan sebaiknya yang berukuran di atas 30 cm, supaya media tanam cukup kuat untuk menopang pertumbuhan cabai yang rimbun. Selain menggunakan pot dan polybag dapat juga memakai wadah bekas yang sudah tidak terpakai lagi misalnya bekas kaleng cat, berilah lubang pada dasar wadah terrsebut sebagai saluran drainase media tanam.

Media tanam yang pakai untuk menanam cabai di polybag dapat memakai media tanam campuran dari tanah, pupuk kandang, kompos, arang sekam, sekam padi dan lain-lainnya.

Komposisi media tanam yang sering dipakai diantaranya yaitu (a) Campuran antara tanah, pupuk kandang, dan arang sekam dengan komposisi 1:1:1, (b) Campuran antara tanah dengan kompos dengan komposisi 2:1, atau (c) Campuran antara tanah dan pupuk kandang dengan komposisi 2:1. Bila memakai pupuk kandang, sebaiknya pilihlah pupuk kandang yang sudah matang.

Buatlah media tanam yang sehalus mungkin dengan jalan mengayaknya. Campurkan lah sekitar 3 sendok NPK untuk setiap polybag atau pot. Aduklah sampai campuran tersebut betul – betul rata. Lapisilah bagian dalam polybag menggunakan sabut kelapa, pecahan styrofoam, atau pecahan genteng. Fungsinya supaya air tidak menggenangi pada daerah perakaran tanaman, jika tidak dapat mengakibatkan busuk akar.