1
11

Budidaya Tanaman Secara Hidroponik

Budidaya Tanaman Secara Hidroponik

 Budidaya Tanaman Secara Hidroponik

Keuntungan Hidroponik

Penggunaan teknik budidaya tanaman secara hidroponik memiliki barbagai keuntungan. Roberto (2004) menyatakan beberapa keuntungan yang diperoleh dari penggunaan teknik ini adalah mengeliminasi serangan hama, cendawan, dan penyakit asal tanah sehingga dapat meniadakan penggunaan pestisida; mengurangi penggunaan areal tanam yang luas; meningkatkan hasil panen serta menekan biaya produksi yang tinggi. Selain itu teknik dapat mempercepat waktu panen, penggunaan air dan unsur hara yang terukur, dan kualitas, kuantitas, dan kontinuitas hasil yang terjamin.

Bartanam dengan teknik hidroponik akan memudahkan para petani dalam mengatur kebutuhan unsur hara yang diperlukan suatu tanaman secara langsung.

Beberapa tanaman yang cocok untuk dibudidayakan secara hidroponik adalah sebagai berikut :

Bayam (Amaranthus spp.)
Sawi hijau (Brassica juncea)
Selada (Lactuca sativa)
Tomat (Solanum lycopersicum)
Mentimun (Cucumis sativus)
Kentang (Solanum tuberosum)
Strawbery (Fragaria × ananassa)
Kangkung (Ipomoea aquatica)
Cabe (Capsicum frutescens)
Alat dan Bahan untuk menanam Hidroponik
Pot (pot bertingkat) /pipa / baskom
Pecahan batu bata /arang sekam /sabut kelapa /serbuk gergaji
Sterofoam
Air
Gelas aqua
Bibit tanaman

Cara Kerja

  1. Semailah benih (contoh benih Selada (Lactuca sativa)) pada polibag kecil ataupun menggunakan media tanah.
  2. Siapkan rangkaian hidroponik untuk media tanam:
  3. Buatlah lubang pada sterofoam sebanyak 6 lubang dengan ukuran sama dengan gelas aqua. Jika menggunakan pipa, buatlah lubang secukupnya pada pipa sesuai ketersediaan tanpa menggunakan sterofoam. Jarak 20 cm x 20 cm.
  4. Buatlah lubang kecil pada gelas aqua sebanyak mungkin, untuk air dapat dengan masuk kedalam media.
  5. Isilah air pada baskom atau pipa. Lebih baik jika diisi sedikit dengan larutan bahan organik cair.
  6. Sebagai ganti tanah untuk media tanam, isilah pecahan batu bata kedalam gelas aqua hingga mencapai setengah kemudian masukkan bibit tanaman pada media tersebut, isi kembali dengan batubata untuk memberi sedikit kepadatan pada media.
  7. Siram media tanam dengan sedikit air.
  8. Tutuplah baskom yang telah diisi air menggunakan sterofoam yang telah dilubangi.
    Bibit selada yang telah ditanam pada media tanam (gelas aqua) letakkan atau masukkan pada lubang tersebut.
  9. Jika media tanamannya masih belum terkena air yang dari bawah, kembali tambahkan air hingga terkena pada media tanam.
  10. Media tanam selesai, kemudian berikan pada tempat yang terkena dengan sinar matahari.
  11. Setiap hari lakukan pengamatan untuk ketersediaan air. Tambahlah air jika sudah berkurang.
  12. Pembahasan Budidaya Tanaman Hidroponik
    Hidroponik
  13. Hidroponik merupakan salah satu teknik penanaman yang cukup unik karena dimana media bukan menggunakan tanah seperti penanaman tanaman yanng lainnya, biasanya pada hidroponok medianya adalah air meskipun ada media yang lain seperti arang yang biasa digunakan untuk menanam bunga anggrek.

Media

Media yang digunakan adalah batubata yang berfungsi sebagai media tumbuh yang dengan mudah menjerap air hingga ke tanaman dimana hanya akar tanamannya yang menyentuh air. Selain dari batu bata, media lain seperti arang sekam, serbuki gergaji, seperti tertulis pada alat dan bahan diatas, bisa digunakan untuk media tanam.

Banyak keuntungan yang diperoleh dengan teknik ini yaitu: mengurangi penggunaan areal tanah yang luas, tenaga kerja yang dibutuhkan tidak terlalu banyak, serangan hama dan penyakit berkurang, menggunakan alat dan bahan yang mudah, dan hasil produksinya tinggi.

Tanaman hidroponik ini selain menghasilkan tanaman sayuran dan buah-buahan, hidroponik juga dapat dijadikan sebagai hiasan pekarangan rumah tangga. Dengan pembudidayaan hidroponik ini bukan berarti pengamatan atau pemeliharaan pada tanaman tidak kita lakukan. Hal lain seperti penyulaman, pemberian air juga dilakukan.

Sumber : https://lahan.co.id/