1
5

Benarkah DNA Berperan Menentukan Kecerdasan Anak

Benarkah DNA Berperan Menentukan Kecerdasan Anak

Benarkah DNA Berperan Menentukan Kecerdasan Anak

Mempunyai seorang anak

merupakan suatu kebahagian yang tersendiri untuk setiap orang tua. Apalagi bila si buah hati dapat berhasil dan berprestasi, pastinya akan menjadi nilai lebih dalam kebahagian Kita sebagai orang tua.

Ternyata sebuah tes DNA terbaru berpotensi memberikan prediksi mengenai kesuksesan si buah hati Anda di sekolah. Bahkan prediksi ini dapat diketahui sesaat setelah si kecil lahir.

Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti

melalui serangkaian penelitian. Para peneliti telah mengembangkan skor poligenik. Skor poligenik ini dibentuk berdasarkan 74 varian genetik yang ditengarai berperan dalam kemampuan dan kinerja anak dalam pendidikan, dengan skor ini dapat digunakan untk memperkirakan prestasi kademik si kecil.

Pada anak-anak dalam rentang usia 1 sampai 16 tahun, ternyata 10 persen dari prestasi akademik mereka dianggap berasal dari pengaruh DNA yang ada dalam tubuhnya sendiri.

Para peneliti-pun mulai meyakini

jika tes ini bisa digunakan untuk memprediksi prestasi si buah hati di sekolah.

Saskia Selzam seorang psikolog biologis dari King’s College London, percaya bahwa skor poligenik tersebut akan dipakai untuk mengidentifikasi anak – anak yang mengalami kesulitan dalam belajar.
Dia juga mengatakan, jika 10 persen memang masih jauh dari 100 persen, namun hal ini jauh lebih baik probabilitasnya dari pada yang biasa kita lakukan dalam memprediksi perilaku seseorang.

Kemudian Selzam menambahkan, seperti halnya saat Anda berfikir tentang perbedaan antara kecerdasan anak laki-laki dengan anak perempuan dalam pelajaran matematika. Jenis kelamin itu sendiri menjelaskan setidaknya sekitar satu persen dari varian. Atau dengan kata lain bahwa jenis kelamin probabilitasnya hanya satu persen dalam menentukan kecerdasan anak dalam akademiknya.

Contoh yang lainnya yaitu kecerdasan seseorang yang dilihat dari ketekunannya. Ternyata, ketekunan seorang individu hanya mampu memprediksi sekitar lima persen dari varian pada prestasi akademik mereka.

Jadi dapatlah disimpulkan bahwa sepuluh persen tersebut merupakan suatu prediksi yang cukup besar bila dibandingkan dengan variabel yang lainnya.